SURAT CINTA UNTUK MUKTAMAR NU KE 35

SETITIK HARAPAN DARI JAMA'AH MARHABA-AN DAN TAHLILAN

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang (27–31 Agustus 2026). yang saat ini sedang berlangsung semoga senantiasa diberikan kelancaran keselamatan dan keberkahan. Amiin.

Dengah ini kami sampaikan setitik harapan dan surat cinta sekaligus jug rekomendasi untuk siapapun yang Allah takdirkan menjadi pengurus PBNU Masa Khidmah 2026-2031:

I. Komitmen Menjaga dan Menguatkan Khittoh NU 1926

1. Pembersihan dari Praktik Politik Praktis: Menyerukan seluruh tingkatan kepengurusan PBNU dari pusat hingga ranting untuk tetap berpegang teguh pada Naskah Khittoh NU 1926. PBNU tidak boleh lagi dijadikan sarana, batu loncatan, atau alat tawar-menawar politik pragmatis demi kepentingan kelompok maupun perorangan.

2. Fokus pada Dakwah, Sosial, dan Pendidikan: Mengembalikan fokus utama khidmah PBNU pada pengembangan pesantren, peningkatan mutu pendidikan keutamaan (ta'lim), pemberdayaan ekonomi warga (nahdlatut tujjar), serta kerja kemanusiaan (al-maslahah al-'ammah).

3. Netralitas Kelembagaan: Mengukuhkan aturan tegas bahwa struktural PBNU harus netral secara organisasi dari politik praktis dan partisan.

II. Posisi Politik Kebangsaan: Independen, Moderat, dan KKritis-Konstruktif

1. Independensi Organisasi: Menegaskan posisi PBNU sebagai organisasi keagamaan-kemasyarakatan yang mandiri (independen), bebas dari intervensi kekuasaan maupun patronase politik mana pun.

2. Prinsip Wasathiyah (Moderasi Beragama): Menjaga sikap moderat (tawassuth), seimbang (tawazun), dan adil ('itidal) dalam berbangsa dan bernegara guna menjaga persatuan nasional di tengah dinamika geopolitik dan kebangsaan.

3. Oposisi Moral dan Kemitraan Kritis: Mendorong PBNU untuk selalu bertindak sebagai penyeimbang moral (moral force) pemerintah. PBNU wajib bersikap kritis-konstruktif terhadap kebijakan publik yang berpotensi merugikan rakyat, merusak lingkungan, atau melanggar hak asasi manusia.

III. Menghadirkan Kepemimpinan yang Sejuk, Berwibawa, dan Berpihak pada Ummat

1. Kepemimpinan Kharismatik dan Shiddiq: Mendorong jajaran PBNU untuk menampilkan gaya kepemimpinan yang adem, menyejukkan, mengayomi, serta mengutamakan akhlaqul karimah dalam setiap narasi publik.

2. Menjaga Wibawa Organisasi: Menghentikan segala bentuk kegaduhan internal di ruang publik, serta mengembalikan marwah Jam'iyyah melalui jalur musyawarah, mufakat, dan bimbingan dari para kiai sepuh di Jajaran Syuriyah.

3. Keberpihakan pada Rakyat Kecil (Ammah): Menjadikan PBNU sebagai khadimul ummah (pelayan umat) yang hadir langsung menyelesaikan persoalan riil warga NU, seperti akses hukum, ketimpangan ekonomi, kepemilikan tanah, hingga kualitas hidup masyarakat bawah.

IV. Transformasi Digital dan Cyber Security Ideologi di Era AI

1. Adaptasi dan Kesiapan Digital:  PBNU senantiasa responsip untuk mempercepat akselerasi digital di seluruh lini organisasi—mulai dari tata kelola administrasi jam'iyyah, pendataan warga (kartaNU), hingga metode dakwah interaktif yang relevan dengan ekosistem digital generasi muda.

2. Benteng Cyber Security Ideologi: Membentuk dan memperkuat unit khusus ketahanan siber (cyber defense) untuk memagari paham Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah. Unit ini bertugas melakukan counter-narasi terhadap disinformasi, radikalisme, dan propaganda ekstrim yang disebarkan secara masif melalui algoritmik media sosial.

3. Literasi dan Mitigasi Etika Kecerdasan Buatan (AI): Menyiapkan panduan etika serta kurikulum literasi AI bagi kalangan santri dan pelajar NU untuk mengantisipasi manipulasi ideologi, deepfake, dan narasi keagamaan instan berbasis AI yang berpotensi merusak sanad keilmuan serta pemahaman keagamaan generasi muda.

Semoga bermanfaat...🙂🙏🤲

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Popular Items