Jika kita jujur melihat kedalam diri kita dan lingkungan sekitar kita hari ini, ada satu kata yang paling sering diucapkan oleh manusia modern: " *LELAH* ". Kita lelah bekerja mencari nafkah ditengah ketidak pastikan ekonomi, kita lelah terjebak kemacetan, lelah mendidik anak di era digital yang penuh fitnah, lelah mendengar berita berita yang sangat mengganggu pikiran kita, bahkan kita merasa lelah untuk sekedar mempertahankan istiqamah dalam beribadah dan ketaatan kepada Allah, intinya dunia hari ini dipenuhi fenomena kelelahan mental dan fisik yang luar biasa.
Namun, ketahuilah rasa lelah ini bukanlah hal yang aneh. Karena Allah SWT, telah memproklamirkan hakikat ini dalam surah Al-Balad ayat 4 yang berbunyi:.
لقد خلقنا الإنسان في كبد
"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah"
Kata kabad, dalam ayat ini berarti keletihan, kesulitan, dan perjuangan yang terus menerus.
Jadi ayat ini adalah SUNATULLAH. Karena dunia ini memang dirancang Allah sebagai tempat untuk bekerja dan lelah, bukan untuk tempat untuk bersenang-senang dan istirahat. Istirahat total bagi seorang mukmin kelak hanyalah di dalam Surga Allah
Islam tidak melarang kita merasa lelah, karena lelah itu adalah sifat kemanusiaan kita. Akan tetapi islam mengajarkan SENI. Seni bagaimana mengubah lelah yang sia-sia menjadi lelah yang LILLAH artinya kelelahan yang didasari karena Allah subhanahu wata'ala. Dalam arti Seni tentang bagaimana menikmati rasa lelah itu agar berbuah manis baik didunia maupun diakhirat.
Mengutip Nasihat Imam Ibu Qoyyim Al-Jauziyyah yang sangat mendalam beliau mengatakan:"Keletihan didunia demi menjalankan ketaatan kepada Allah akan berubah menjadi kenyamanan dan kelezatan di akhirat. Sebaliknya, kenyamanan maksiat didunia akan berubah menjadi keletihan dan siksaan yang abadi di akhirat."*
RESEP AMPUH ??
Bagaimana caranya agar kita bisa menikmati lelah dalam ketaatan kepada Allah ini ?
Pertama, Luruskan niat dan sadari bahwa Lelah kita adalah penggugur dosa.
Jadi apapun usaha kita baik bekerja maupun berniaga pasti akan mengalami keletihan، kecapaian: tubuh terasa penat, dan lemah bahkan ada yang sampai sakit. Ingatlah Sabda Rasulullah SAW.
*عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:*
*مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ*
"Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, atau kesusahan, bahkan duri yang melukainya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan sebab itu."
Kedua, Gunakan solusi Kalkulator Langit ( Bertransaksi dengan Allah). Ketika beban hidup terasa sangat berat dan melelahkan, logika manusia seringkali menyuruh untuk pelit terhadap waktu, tenaga dan harta kita. Kita mengira dengan menyimpan semuanya untuk diri sendiri, kita akan aman, Padahal Allah memberikan solusi dalam surah Al-Baqarah ayat 245 :
مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗٓ اَضْعَافًا كَثِيْرَةًۗ وَاللّٰهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۣطُۖ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ٢٤٥
"Siapakah yang mau memberi pinjaman yang baik kepada Allah? Dia akan melipatgandakan (pembayaran atas pinjaman itu) baginya berkali-kali lipat. Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki). Kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
Ayat ini adalah resep yang paling ampuh menghadapi lelah dan sempitnya hidup. Ketika kita merasa lelah mencari rezeki, luangkan waktu berjihad di jalan Allah melalui tenaga, atau pikiran atau harta kita, bahkan membantu orang orang yang membutuhkan.
Mengapa demikian? karena Allah berjanji, " *Wallaahu yaqbidhu wayabsuth wailaihi turja'uun.* " Allah yang berkuasa menyempitkan, dan Allah pula yang melapangkan hidupmu.
Mari kita petik sebuah kisah inspiratif yang sangat menyentuh hati dari keluarga manusia terbaik Rasulullah saw.
Suatu hari sayyidah Fatimah Azaahra, Puteri tercinta Rasulullah saw. merasakan kelelahan yang luar biasa, tangannya melepuh dan kasar karena setiap hari harus menumbuk gandum, memikul air sendiri dan mengurus rumah tangga tanpa pembantu.
Mendengan ayahnya mendapatkan tawaran tawanan perang yang bisa dijadikan pelayan, Fatimah datang kepada Rasulullah saw untuk meminta seorang pembantu demi meringankan beban hidupnya.
Apa jawaban Rasulullah saw.??
Apakah beliau langsung memberikan pelayanan untuk memanjakan putrinya? Tidak, Justru Rasulullah mendatangi rumah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib, Lalu bersabda:
عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ فَاطِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَتِ النَّبِيَّ ﷺ تَسْأَلُهُ خَادِمًا، فَقَالَ:
*أَلَا أَدُلُّكُمَا عَلَى مَا هُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ؟ إِذَا أَوَيْتُمَا إِلَى فِرَاشِكُمَا، أَوْ أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا، فَسَبِّحَا ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَاحْمَدَا ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَكَبِّرَا أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ، فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ*
"Maukah kalian berdua aku tunjukkan kepada sesuatu yang lebih baik daripada seorang pelayan? Jika kalian hendak beranjak tidur, bacalah Tasbih `سُبْحَانَ اللَّهِ` 33 kali, Tahmid `الْحَمْدُ لِلَّهِ` 33 kali, dan Takbir `اللَّهُ أَكْبَرُ` 34 kali. Itu semua lebih baik bagi kalian daripada seorang pelayan."
[HR. Bukhari no. 3705 dan Muslim no. 2728]
Para ulama menjelaskan, amalan ini tidak serta merta menghilangkan pekerjaan rumah Fatimah, akan tetapi dzikir tersebut: memberikan kekuatan fisik, kelapangan jiwa, dan energi ruhiyah yang luar biasa. Sehingga rasa lelah itu berganti menjadi kelezatan dalam berbakti kepada Allah SWT.
SOLUSI NYATA BAGI KITA HARI INI, ketika kita menghadapi tekanan hidup modern yang begitu berat, solusinya bukan pelarian atau healing yang menghabiskan uang atau melanggar syariat. Solusi nyatanya adalah:
- Pertama, perbaiki hubungan kita dengan Allah swt di awal hari: Jangan lewatkan salat subuh berjamaah dan dzikir pagi.
- Kedua, Ubah keluhan menjadi dzikir. Ubah gerutu dibibir dengan istighfar dan sholawat.
- Ketiga, Ingat Tujuan Akhir: Ingatkan diri kita setiap kali ingin menyerah," Dunia ini sementara, lelahnya sementara, capainya juga sementara, sakitnya juga sementara tapi pahala disisi Allah sifatnya Abadi.
Semoga bermanfaat..
برك الله لي ولكم
