Rangkuman Materi PAI Kelas 8 Kurikulum Merdeka Bab 2 : Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Allah SWT. Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an Yang Toleran


A. Pengertian Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT.

Kitab Allah adalah kumpulan wahyu Allah yang dibukukan dan berisi petunjuk serta kebenaran. Kitab Allah diturunkan kepada para nabi dan rasul untuk disampaikan kepada umat manusia sebagai pedoman hidup.

Suhuf adalah lembaran-lembaran wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada para nabi dan rasul, tetapi belum dibukukan. Suhuf berisi pengajaran dan aturan Allah yang ringkas, nasihat, dan petunjuk agama.

Iman kepada kitab-kitab Allah Swt. artinya meyakini dan membenarkan terhadap kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada para nabi dan rasul-Nya. Iman kepada kitab Allah Swt. meliputi beriman kepada seluruh kitab Allah Swt. Yaitu Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, SAW, Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, a.s., Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s., Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa, a.s. dan beriman kepada Suhuf-suhuf.

Adapun Nabi yang telah menerima wahyu berupa suhuf adalah sebagai berikut.

1) Nabi Adam A.S. = 10 suhuf

2) Nabi Syits A.S. = 50 suhuf

3) Nabi Idris A.S. = 30 Suhuf

4) Nabi Ibrahim A.S. = 10 Suhuf

5) Nabi Musa A.S.= 10 Suhuf

Firman Allah, SWT dalam  Suarah Annisa (4): 136

B. Pokok-pokok Isi Kitab Allah, SWT.

Isi kitab-kitab Allah Swt. yang diturunkan kepada para nabi dan rasul mencakup beberapa hal, antara lain sebagai berikut.

     1.    Akidah, mengesakan Allah Swt.;
2.    Syariat, ketentuan dalam kehidupan berupa perintah dan larangan bagi umat manusia;
3.    Akhlak, cara bersikap dan bertindak kepada Allah Swt. serta kepada sesama;
4.    Janji pahala dan ancaman siksa kepada umat manusia;
5.    Kisah umat terdahulu dan informasi tentang ilmu yang perlu dikembangkan oleh manusia.

a)    Pokok-pokok Isi Kitab Taurat

Isi pokok Kitab Taurat dikenal dengan Sepuluh Hukum (Ten Commandements) atau Sepuluh Firman yang diterima Nabi Musa A.S. sebagai berikut.

     1.    Mengakui keesaan Allah Swt.
2.    Larangan menyembah patung dan berhala, karena Allah Swt. tidak dapat diserupai dengan makhluk.
3.    Larangan menyebut Allah Swt. dengan sia-sia.
4.    Memuliakan hari sabtu.
5.    Menghormati ayah dan ibu.
6.    Larangan membunuh sesama manusia.
7.    Larangan berzina.
8.    Larangan mencuri.
9.    Larangan menjadi saksi yang berdusta.
10.Larangan memiliki keinginan untuk menguasai hak orang lain.

b)     Pokok-pokok Isi Kitab Zabur

Kitab Zabur tidak mengandung hukum-hukum atau syariat yang baru, karena Nabi Daud A.S. mengikuti syariat yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Musa A.S. Kitab Zabur berisi kumpulan ayat-ayat yang suci. Kitab Zabur terdiri dari 150 surat, berisi nasihat, kata-kata hikmah, dan puji-pujian.

c)    Pokok-pokok Isi Kitab Injil

Di dalam kitab Injil berisi ajaran sebagai berikut :
           1.    Perintah untuk kembali mengesakan Allah Swt.
           2.    Membenarkan keberadaan Kitab Taurat.
           3.    Menghapus hukum dalam kitab Taurat yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman.
           4.    Menjelaskan bahwa kelak akan datang kembali rasul setelah Nabi Isa A.S., yaitu Nabi Muhammad Saw.

d)    Pokok-pokok Isi Kitab Al-Quran

      1.   Akidah (keimanan),
2.  Ibadah dan muamalah (habluminallah - habluminannas),
3.   Syariah (hukum),
4.    Akhlak (budi pekerti),
5.   Tarikh (sejarah), dan
6.   Dasar-dasar ilmu pengetahuan.

C.   Cara Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT.

     1. Meyakini bahwa kitab-kitab yang diturunkan Allah SWT adalah benar dan merupakan wahyu-Nya, bukan buatan para Rasul.
2.    Meyakini bahwa isi kitab-kitab tersebut benar.
3.    Menjadikan kitab-kitab Allah SWT sebagai petunjuk dan pedoman hidup.
4.    Mempelajari dan memahami isi kandungan kitab-kitab Allah SWT.
5.    Mengamalkan ajaran-ajaran yang terdapat di dalam kitab-kitab Allah SWT.
6.    Selalu ingin memperdalam ilmu pengetahuan yang dimiliki.
7.    Peduli kepada orang lain dengan saling menasihati.
8.    Mengimplementasikan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghargai orang lain dan menjalankan toleransi antar sesama.

D.   Menadi generasi Pecinta Al-quran

   Generasi pecinta Al-Qur'an adalah generasi yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pembimbing, dan mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa cara untuk menjadi generasi pecinta Al-Qur'an:

     1. Senantiasa Membaca Al-Qur'an
2.    Senantiasa Mempelajari Al-Qur'an
3.    Senantiasa Menerapkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari
4.    Senantiasa Memanjatkan doa kepada Allah Swt.
5.    Senantiasa berusaha mengamalkan isi kandungan, melaksanakan perintah, dan mejauhi larangan-larangan yang sudah terdapat dalam Al-Qur'an.

E.   Hubungan dengan Umat Yang Beriman Kepada Kitab Terdahulu

Ada beberapa hubungan yang era dengan Umat Yang Beriman Kepada Kitab Terdahulu, yaitu:

1. Al-Qur'an sebagai penyempurna kitab terdahulu. Al-Qur'an diturunkan untuk membenarkan dan menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya, seperti Taurat dan Injil. Hal ini tercantum dalam Surat Al-Maidah ayat 48 yang artinya, "Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya)".

2.    Percaya kepada kitab-kitab terdahulu merupakan rukun iman

3.    Percaya kepada kitab-kitab sebelum Al-Qur'an merupakan rukun iman yang ketiga.

4.    Beriman kepada kitab-kitab Allah akan menanamkan sikap toleransi terhadap agama lain.

5.    Beriman kepada kitab-kitab Allah akan membuat umat Islam selalu menghormati dan menghargai orang lain.

6.    Kitab-kitab Allah SWT memberikan petunjuk dan pedoman agar manusia dapat menjalani kehidupan di dunia dengan baik dan benar.

7.    Kitab-kitab Allah SWT memberikan informasi tentang sejarah orang-orang terdahulu.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama