DAULAH UMAYAH ANDALUSIA KOTA PERADABAN ISLAM DI BARAT ( 756 - 1031 M )



Daulah Umayyah di Andalusia, juga dikenal sebagai Daulah Umayyah II, merupakan pemerintahan yang berdiri di Spanyol (Andalusia) setelah Daulah Umayyah yang berpusat di Damaskus runtuh. 

Daulah Umayyah di Andalusia didirikan oleh Abdurrahman ad-Dakhil, seorang keturunan Bani Umayyah yang berhasil melarikan diri dari kejaran Bani Abbasiyah. Kekuasaan Daulah Umayyah di Andalusia berlangsung selama 275 tahun (756-1031 M). 

Elaborasi: Pendirian: Abdurrahman ad-Dakhil, putra Muawiyah bin Hisyam, melarikan diri ke Andalusia setelah Daulah Umayyah di Damaskus runtuh akibat kekalahan dari Bani Abbasiyah. Di Andalusia, ia mendirikan Daulah Umayyah II, yang kemudian menjadi pusat kekuasaan Bani Umayyah. 

Pemerintahan: Daulah Umayyah di Andalusia memerintah selama 275 tahun, dari tahun 756 hingga 1031 M. Perubahan Status: Awalnya, Andalusia adalah provinsi dari Daulah Umayyah yang berpusat di Damaskus. Setelah runtuhnya Daulah Umayyah di Damaskus, Andalusia kemudian menjadi keamiran (756-929) di bawah pemerintahan Abdurrahman ad-Dakhil, lalu menjadi kekhalifahan sendiri (929-1031) di bawah kekhalifahan Abdurrahman III. 

Kemajuan: Masa pemerintahan Daulah Umayyah di Andalusia dianggap sebagai masa keemasan bagi peradaban Islam di Eropa Barat. Wilayah ini mengalami kemajuan pesat dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, arsitektur, dan ekonomi. 

Runtuh: Daulah Umayyah di Andalusia runtuh pada tahun 1031 M. Kekuatan Daulah Umayyah mulai melemah dan terpecah menjadi banyak kerajaan kecil (taifa). 

Faktor Keruntuhan: Internal: Pemicu keruntuhan dari dalam meliputi lemahnya sistem pemerintahan, perebutan kekuasaan antar keluarga, dan persaingan antar kelompok. Eksternal: Faktor eksternal yang turut mempercepat runtuhnya Daulah Umayyah di Andalusia adalah serangan dari kekuatan Kristen di Eropa, serta perlawanan dari kelompok-kelompok minoritas di wilayah tersebut.

Berikut link lengkapnya:

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama