SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENANGAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK BAGI PENYULUH KEAGAMAAN


BANDUNG – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk "Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak bagi Penyuluh Keagamaan". Acara strategis ini dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026, bertempat di EL Hotel Bandung. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat peran tokoh agama dalam menekan angka kekerasan domestik dan sosial yang masih menjadi tantangan di masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bandung, Dra. Uum Sumiati, M.Si., menekankan pentingnya deteksi dini terhadap kasus kekerasan. Ia menyatakan bahwa penyuluh agama memiliki kedekatan emosional dan spiritual dengan warga, sehingga menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi serta perlindungan. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pelaporan yang lebih responsif dan ramah korban di wilayah Kota Bandung.

Mewakili Kemenag Kota Bandung, Kepala Seksi Bimas Islam, Saripudin, S.Ag. M.Ag., menyampaikan bahwa nilai-nilai keagamaan harus menjadi landasan utama dalam menciptakan keharmonisan keluarga. Ia menegaskan bahwa penyuluh agama bukan hanya bertugas menyampaikan tuntunan ibadah, tetapi juga wajib mengedukasi umat mengenai penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurutnya, pemahaman agama yang benar akan melahirkan sikap saling menghormati dan menyayangi antar sesama anggota keluarga.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh para praktisi di lapangan, salah satunya Anan, S.Pd.I, M.Pd., yang merupakan Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Sumur Bandung. Kehadirannya mewakili para penyuluh yang bersentuhan langsung dengan dinamika sosial di tingkat kecamatan. Dalam diskusi tersebut, dibahas berbagai teknik komunikasi persuasif untuk mendekati korban kekerasan yang seringkali merasa takut atau malu untuk bersuara kepada pihak berwajib.

Sebagai penutup, sosialisasi ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat jejaring komunikasi antara penyuluh keagamaan dan pemerintah daerah. Dengan pembekalan materi yang komprehensif di EL Hotel tersebut, para penyuluh diharapkan pulang dengan membawa wawasan baru mengenai prosedur hukum dan pendampingan psikologis. Langkah nyata ini merupakan bagian dari visi besar Kota Bandung untuk menjadi kota yang aman, nyaman, dan inklusif bagi perempuan serta anak-anak.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama